Breaking News
light_mode
Beranda » News » AP2 Sultra Desak Polda dan Kejati Usut Dugaan Material Ilegal di Proyek Jalan Bypass-Rumbia Bombana

AP2 Sultra Desak Polda dan Kejati Usut Dugaan Material Ilegal di Proyek Jalan Bypass-Rumbia Bombana

  • account_circle Tim
  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
  • comment 0 komentar

KENDARI, REGIONINDONESIA.COM – Dugaan penggunaan material ilegal dalam pengerjaan proyek lanjutan jalan Bypass-Rumbia di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, desakan datang dari Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sulawesi Tenggara, yang meminta aparat penegak hukum turun tangan memeriksa pihak kontraktor.

Ketua Umum AP2 Sultra, Fardin Nage, menegaskan bahwa penggunaan material ilegal dalam proyek pemerintah merupakan bentuk pelanggaran hukum yang serius dan harus segera ditindak oleh aparat penegak hukum.

“Jika benar proyek pemerintah di Kabupaten Bombana, khususnya proyek lanjutan Bypass-Rumbia, menggunakan material ilegal, maka itu jelas tidak dibenarkan. Ini pelanggaran hukum dan ada aturan pidananya,” tegas Fardin kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).

Menurutnya, kontraktor yang menggunakan material dari sumber tambang tanpa izin atau galian C ilegal dapat dijerat dengan pidana.

“Penggunaan material dari tambang ilegal bisa dipidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar. Itu bukan pelanggaran ringan,” jelasnya.

Fardin menambahkan, praktik semacam ini juga bisa masuk kategori tindak pidana korupsi, mengingat proyek tersebut dibiayai dari anggaran negara.

“Kalau material ilegal digunakan untuk proyek pemerintah, maka bisa dikategorikan sebagai bentuk korupsi. Kontraktor bisa dianggap sebagai penadah hasil kejahatan,” ujarnya.

Selain pidana, Fardin menilai pihak kontraktor juga bisa dikenai sanksi administratif dan perdata, karena merugikan negara serta merusak lingkungan.

Oleh karena itu, AP2 mendesak agar aparat penegak hukum, khususnya Polres dan Kejaksaan Negeri Bombana, segera memanggil dan memeriksa penanggung jawab proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hingga Rp13 miliar tersebut.

“Kami meminta Polres dan Kejari Bombana segera bertindak. Kalau tidak mampu, kami akan laporkan langsung ke Polda Sultra dan Kejati Sultra, karena ini menggunakan uang negara,” tegasnya lagi.

Fardin juga mengaku pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan terkait dugaan penggunaan material yang berasal dari tambang tanpa izin.

“Kami sudah menerima informasi terkait asal material proyek tersebut. Saat ini kami masih mengumpulkan bukti, dan dalam waktu dekat akan melaporkannya secara resmi ke aparat penegak hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Pemerhati Bombana (FMPB) melalui koordinatornya, Haslin Hatta Yahya, juga menyoroti maraknya aktivitas galian C ilegal di wilayah Kecamatan Rumbia. Hasil tambang tersebut disinyalir kuat digunakan untuk menyuplai sejumlah proyek pemerintah, termasuk proyek lanjutan Bypass-Rumbia.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana dan Dinas PUPR Kabupaten Bombana, guna mendapatkan penjelasan resmi.

  • Penulis: Tim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses di Desa Momea, Anggota DPRD Konawe Kristian Tandabioh Siap Kawal Aspirasi Pertanian dan Infrastruktur

    Reses di Desa Momea, Anggota DPRD Konawe Kristian Tandabioh Siap Kawal Aspirasi Pertanian dan Infrastruktur

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Bertugas di luar kantor untuk menemui konstituen, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Kristian Tandabioh, SH., M.AP, menggelar kegiatan reses di Desa Momea, Kecamatan Tongauna, pada Jumat, (28/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Reses anggota Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) didampingi oleh Staf DPRD, Ambo Ala, S.Sos. […]

  • Gelar Paripurna, DPRD Konawe Mulai Godok Rancangan Awal RPJMD 2025–2029

    Gelar Paripurna, DPRD Konawe Mulai Godok Rancangan Awal RPJMD 2025–2029

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Paripurna Penyerahan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dari Pemerintah Daerah kepada pihak legislatif, yang bertempat di ruang paripurna DPRD Konawe,Selasa (27/5/2025). Diketahui, rapat tersebut menjadi tonggak awal dalam proses perencanaan pembangunan lima tahun ke depan, […]

  • Proyek BWS Ameroro Picu Aksi Mahasiswa dan Petani Uepai, DPRD Konawe Turun Lapangan

    Proyek BWS Ameroro Picu Aksi Mahasiswa dan Petani Uepai, DPRD Konawe Turun Lapangan

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM  – Gelombang protes mewarnai halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (8/4/2025). Diketahui sbelumnya, puluhan mahasiswa dan petani dari Kecamatan Uepai menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan atas ancaman gagal tanam yang mereka hadapi akibat proyek pembangunan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kendari di kawasan Bendungan […]

  • Muzakir Manaf: Dari Pejuang di Rimba ke Kursi Gubernur Aceh ke-20

    Muzakir Manaf: Dari Pejuang di Rimba ke Kursi Gubernur Aceh ke-20

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bagi saya, Aceh bukan hanya tempat kelahiran. Ia adalah darah, jiwa, dan tanggung jawab yang tak pernah selesai.” — Muzakir Manaf REGIONINDONESIA.COM – Dalam catatan sejarah panjang Aceh, nama Muzakir Manaf atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mualem, memiliki tempat yang tak bisa disingkirkan. Ia bukan sekadar politisi biasa—ia adalah simbol perjalanan Aceh dari konflik […]

  • Skandal Rp53,7 Miliar di Kemnaker: KPK Tetapkan 8 Tersangka Dugaan Korupsi RPTKA

    Skandal Rp53,7 Miliar di Kemnaker: KPK Tetapkan 8 Tersangka Dugaan Korupsi RPTKA

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Penyidikan masih terus berlangsung. KPK membuka peluang adanya penetapan tersangka baru berdasarkan hasil penelusuran aliran dana yang masih dikembangkan.   REGIONINDONESIA.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap kasus korupsi besar. Kali ini melalui siaran persnya, delapan pejabat dan staf Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan terkait pengurusan Rencana Penggunaan […]

  • Kawal Visi Daerah, Ketua DPRD Konawe Siap Sinergikan Pokir Masyarakat ke RPJMD 2025-2029

    Kawal Visi Daerah, Ketua DPRD Konawe Siap Sinergikan Pokir Masyarakat ke RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, menyampaikan komitmen kuat lembaganya dalam mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.Kamis (24/7/2025) Hal itu ia ungkapkan dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Konawe Tahun 2025–2029, yang digelar disalah satu hotel di Kota Unaaha. Dalam forum strategis […]

expand_less