Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » 27 Miliar Utang RSUD Konawe DPRD Minta Investigasi Aliran Dana BPJS

27 Miliar Utang RSUD Konawe DPRD Minta Investigasi Aliran Dana BPJS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
  • comment 0 komentar

REGIONINDONESIA.COM – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Konawe menjadi sorotan setelah Pansus LKPJ mengungkap indikasi penyimpangan serius dalam pengelolaan keuangan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe, Selasa (20/5/2025).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, termasuk permintaan investigasi terhadap aliran dana klaim BPJS senilai Rp 18 miliar.

Ketua Pansus LKPJ, H. Abdul Ginal Sambari, S.Sos, M.Si, dalam pernyataannya menegaskan bahwa terdapat utang mencurigakan di RSUD Konawe sebesar Rp 20,8 miliar yang tidak jelas penggunaannya.

Padahal, dana klaim BPJS senilai Rp 18 miliar telah dibayarkan pemerintah pada Agustus 2024 dan seharusnya digunakan untuk melunasi utang RSUD.

“Seharusnya utang RSUD bisa terselesaikan dengan dana klaim BPJS yang sudah cair. Tapi kenyataannya utang malah membengkak hingga Rp 27 miliar. Ini sangat janggal dan butuh investigasi menyeluruh,” bebernya.

Kejanggalan ini mengemuka setelah dalam pembahasan APBD-P 2024, Direktur RSUD saat itu, dr. Abdul Rahman Matta, mengakui adanya utang sebesar Rp 22 miliar, terdiri dari Rp 4 miliar untuk jasa dan operasional, serta Rp 18 miliar untuk klaim BPJS.

Namun, meski pemerintah telah menunaikan kewajibannya, utang RSUD justru membengkak, memunculkan pertanyaan besar tentang pengelolaan keuangan rumah sakit tersebut.

DPRD Konawe melalui Banggar sebelumnya telah mengingatkan bahwa dana klaim BPJS adalah piutang RSUD, bukan utang.

Seharusnya, kata dia dana itu digunakan untuk membayar sisa utang sebesar Rp 10 miliar, bahkan diperkirakan RSUD bisa mencatat surplus hingga Rp 5 miliar.  Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, turut hadir dalam rapat bersama perwakilan dari Polres dan Kejaksaan Negeri Konawe.

DPRD pun menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele dan perlu ditindaklanjuti secara hukum agar ada kejelasan serta akuntabilitas penggunaan anggaran di institusi pelayanan publik seperti RSUD.

Rapat paripurna ini bukan hanya menjadi forum seremonial tahunan, melainkan juga momentum kritis untuk mendorong transparansi dan integritas di tubuh Pemerintah Daerah Konawe, khususnya dalam pengelolaan anggaran kesehatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temukan Lokasi Kantor Polisi Terdekat Melalui Website Resmi Polri

    Temukan Lokasi Kantor Polisi Terdekat Melalui Website Resmi Polri

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

      Dengan kemudahan ini, masyarakat dapat lebih cepat menemukan bantuan kepolisian saat dibutuhkan, baik untuk keperluan pelaporan, pengaduan, maupun layanan administratif lainnya.   REGIONINDONESIA.COM, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kini menghadirkan layanan pencarian lokasi kantor polisi terdekat secara daring melalui situs resmi mereka, www.polri.go.id. Layanan ini mempermudah masyarakat dalam mencari informasi mengenai keberadaan kantor […]

  • Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Batu

    Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Batu

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM, KENDARI – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Suparjo ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra. Penetapan tersangka itu diduga terkait dengan kasus dugaan penambangan batu ilegal di Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan (Konsel). Kepada wartawan, Suparjo membenarkan penetapan dirinya sebagai tersangka. Status hukum tersebut ditetapkan setelah perkara melalui proses […]

  • Muzakir Manaf: Dari Pejuang di Rimba ke Kursi Gubernur Aceh ke-20

    Muzakir Manaf: Dari Pejuang di Rimba ke Kursi Gubernur Aceh ke-20

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bagi saya, Aceh bukan hanya tempat kelahiran. Ia adalah darah, jiwa, dan tanggung jawab yang tak pernah selesai.” — Muzakir Manaf REGIONINDONESIA.COM – Dalam catatan sejarah panjang Aceh, nama Muzakir Manaf atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mualem, memiliki tempat yang tak bisa disingkirkan. Ia bukan sekadar politisi biasa—ia adalah simbol perjalanan Aceh dari konflik […]

  • Parah,! Direktur dan Karyawan di Kendari Kerja Sama Gelapkan Mobil Kredit 

    Parah,! Direktur dan Karyawan di Kendari Kerja Sama Gelapkan Mobil Kredit 

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM- KENDARI Seorang direktur bersama karyawannya di salah satu perusahaan di Kota Kendari dijatuhi hukuman penjara sela satu tahun setelah terbukti bekerja sama menggelapkan satu unit mobil Toyota All New Fortuner yang masih dalam masa kredit. Kasus ini bermula saat Rahmad, karyawan sebuah perusahaan di Kendari, mengajukan pembiayaan pembelian mobil Toyota All New Fortuner melalui Astra […]

  • 198 Lokasi Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat, 45 Siap Beroperasi Tahun ini

    198 Lokasi Diusulkan Jadi Sekolah Rakyat, 45 Siap Beroperasi Tahun ini

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

      REGIONINDONESIA.COM, JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun masa depan anak-anak dari keluarga miskin. Sebanyak 198 lokasi di seluruh Indonesia telah diusulkan untuk pendirian Sekolah Rakyat, sebuah terobosan pendidikan berbasis inklusi dan transformasi sosial. Dari jumlah tersebut, 45 lokasi dinyatakan siap beroperasi pada tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa usulan lokasi […]

  • Keadilan yang Terhenti: Kasus 3 Oknum Polisi Polsek Poasia Keroyok Warga Belum Temui Titik Terang

    Keadilan yang Terhenti: Kasus 3 Oknum Polisi Polsek Poasia Keroyok Warga Belum Temui Titik Terang

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Sebanyak tiga oknum polisi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pengeroyokan kepada warga berinisial AC (26). Namun, kasus yang dilaporkan di Polda Sultra sejak Juli 2025 berjalan lambat, ketiga polisi itu belum jadi tersangka. Ketiga oknim polisi itu yakni Panit 1 Intel, Aiptu Darwis Larema serta dua Banit Binmas Aipda Kaharuddin, dan […]

expand_less