Breaking News
light_mode
Beranda » News » Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Soal Waduk, DPRD Konawe Gelar RDP

Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Soal Waduk, DPRD Konawe Gelar RDP

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • comment 0 komentar

REGIONINDONESIA.COM– Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait dampak sosial pembangunan Waduk Ameroro, Komisi II DPRD Kabupaten Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat pemilik lahan terdampak, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Diketahui, RDP tersebut berlangsung di Gedung Gusli Topan Sabara DPRD Konawe, Senin (6/1/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, didampingi Wakil Ketua II DPRD Konawe, Nasrullah Faizal, SH, serta Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH.

Hadir dalam pertemuan itu masyarakat pemilik lahan terdampak proyek Waduk Ameroro, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Konawe, BWS Sulawesi IV Kendari, Biro Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), serta perwakilan Polres Konawe, Kejaksaan Negeri Konawe, dan para kepala desa dari wilayah terdampak.

Dalam forum tersebut, perwakilan pemilik lahan, H. Wadio, menyampaikan keprihatinannya terkait ketidaktransparanan penentuan harga tanaman produktif dan non-produktif yang terdampak proyek waduk.

Ia menilai proses penilaian harga tidak disampaikan secara terbuka dan terkesan ditutup-tutupi.

Menurutnya, masyarakat hanya menerima nominal akumulasi pembayaran tanpa penjelasan rinci nilai masing-masing tanaman.

“Jangan hanya diberikan nominal total tanpa penjelasan rinci. Kami merasa tidak ada keterbukaan dalam penilaian tanaman,” ungkap Wadio.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah menangguhkan pembayaran dampak sosial (damsos) terhadap tanaman hingga terdapat ketentuan yang jelas dan transparan terkait nilai yang ditetapkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari 322 bidang lahan yang terdaftar pada tahap awal, hanya sekitar 30 persen pemilik lahan yang menyetujui, sementara 70 persen lainnya menolak karena biaya pengukuran mandiri dan pembersihan lahan dinilai lebih besar dibandingkan nilai ganti rugi yang diterima.

Sementara itu, pihak BWS Sulawesi IV Kendari menjelaskan bahwa sejak awal mereka telah mendampingi proses sesuai dengan tahapan dan prosedur yang berlaku. Namun, BWS menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan nilai tanaman produktif maupun non-produktif.

“Kewenangan penilaian berada pada pihak Afrizal sebagai lembaga independen yang ditunjuk. Kami tidak bermaksud menyembunyikan nilai tanaman tersebut,” ujar perwakilan BWS.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan bahwa BWS seharusnya dapat menyampaikan informasi secara transparan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Ia juga meminta agar BWS membawa laporan dan kriteria penilaian tanaman agar masyarakat memperoleh kejelasan.

“Kami paham Anda hanya menjalankan tugas delegasi. Namun masyarakat sudah jenuh dengan RDP yang hanya dihadiri perwakilan tanpa kewenangan mengambil keputusan,” tegas Asmaya.

Ia menambahkan bahwa RDP ini bertujuan untuk mencari titik terang serta menenangkan kegelisahan masyarakat yang telah lama menunggu solusi.

Karena belum adanya titik temu dan pihak BWS yang hadir tidak memiliki kewenangan penuh, DPRD Konawe berencana mengambil langkah lanjutan.

“Saya akan memerintahkan Komisi II untuk mengirim surat ke BWS Sulawesi IV. Kita akan gelar RDP langsung di kantor BWS di Kendari bersama perwakilan masyarakat, agar tidak ada lagi alasan untuk menghindari keputusan dan masalah ini dapat diselesaikan secara adil,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan Kejaksaan Negeri Konawe menyatakan dukungannya terhadap upaya penyelesaian persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan akan terus mengawal proyek strategis nasional ini agar tidak merugikan masyarakat.

“Kami mendukung langkah pemerintah yang berpihak pada masyarakat. Hak-hak warga harus diperjuangkan dan kami akan terus mengawalnya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar persoalan ini segera menemukan titik temu, mengingat pembahasan serupa telah dilakukan dalam lima kali pertemuan sebelumnya.

“Kami berharap tidak ada lagi RDP yang berlarut-larut dan masalah ini segera tuntas,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Desa Lelewawo Batu Putih Kolut Lumpuhkan Aktivitas Pertambangan PT KTR”

    Ratusan Warga Desa Lelewawo Batu Putih Kolut Lumpuhkan Aktivitas Pertambangan PT KTR”

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Lelewawo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, melakukan aksi unjuk rasa hingga penyegelan paksa aktivitas pertambangan milik PT Kasmar Tiar Raya (PT KTR), Rabu (7/1/26) Aksi ini dipicu oleh dugaan penyerobotan lahan milik warga serta perusakan tanaman produktif oleh pihak perusahaan. ​Massa mendatangi kantor PT […]

  • Tilep Duit Kompensasi, Kades Laonti Jadi Tersangka Kini Mendekam di Rutan Kelas IIA Kendari 

    Tilep Duit Kompensasi, Kades Laonti Jadi Tersangka Kini Mendekam di Rutan Kelas IIA Kendari 

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Regionindonesia –  Proses hukum Kepala Desa (Kades) Laonti, Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Surdin, memasuki babak baru. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Konawe Selatan (Kejari Konsel), Kamis (2/10/2025). Pelimpahan dilakukan Unit III Subdit […]

  • BPJS Ketenagakerjaan dan KSBSI Kolaborasi Tekan Pelanggaran Hak Buruh di Sultra

    BPJS Ketenagakerjaan dan KSBSI Kolaborasi Tekan Pelanggaran Hak Buruh di Sultra

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar deklarasi terkait perlindungan jaminan sosial terhadap pekerja. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Luky Julianto selaku kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sultra. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sultra Luky Julianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa program jaminan sosial merupakan salah satu proyek strategis nasional […]

  • Reses II di Puriala Ketua DPRD Konawe Siap Kawal Aspirasi Warga

    Reses II di Puriala Ketua DPRD Konawe Siap Kawal Aspirasi Warga

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, I Made Asmaya, S.Pd, MM, melaksanakan reses II Tahun 2025 di Desa Poanaha, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (26/2/2025). Diketahui, dalam kegiatan tersebut, I Made Asmaya yang merupakan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkesempatan untuk bertatap muka dan berdialog langsung […]

  • PT Swarna Dwipa Property Sabet Gold Winner FIABCI–REI 2025, Harumkan Nama Sultra di Kancah Nasional

    PT Swarna Dwipa Property Sabet Gold Winner FIABCI–REI 2025, Harumkan Nama Sultra di Kancah Nasional

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM, KENDARI — PT Swarna Dwipa Property (SDP) kembali menorehkan pencapaian membanggakan di dunia properti nasional. Pada ajang Penganugerahan Federation Internationale des Administrateurs de Biens Conseils Immobiliers (FIABCI)–REI Excellence Award 2025 yang digelar di Ecovention Ancol, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025. Perusahaan tersebut dianugerahi Gold Winner untuk kategori Rumah Subsidi Terbaik Nasional melalui proyek unggulan […]

  • Anggota DPRD Konawe Tegaskan SKT di Hutan Produksi Ilegal, Mantan Kades Akui Adanya Tekanan Atasan

    Anggota DPRD Konawe Tegaskan SKT di Hutan Produksi Ilegal, Mantan Kades Akui Adanya Tekanan Atasan

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Puluhan warga yang menamakan diri sebagai “Kelompok Routa Menggugat” mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Konawe untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik ribuan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang beredar di kawasan Hutan Produksi Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (30/6/2025). Dipimpin Wakil Ketua I DPRD Konawe, Nuryadin Tombili, RDP tersebut […]

expand_less