Breaking News
light_mode
Beranda » News » Proyek BWS Ameroro Picu Aksi Mahasiswa dan Petani Uepai, DPRD Konawe Turun Lapangan

Proyek BWS Ameroro Picu Aksi Mahasiswa dan Petani Uepai, DPRD Konawe Turun Lapangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
  • comment 0 komentar

REGIONINDONESIA.COM  – Gelombang protes mewarnai halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (8/4/2025).

Diketahui sbelumnya, puluhan mahasiswa dan petani dari Kecamatan Uepai menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan atas ancaman gagal tanam yang mereka hadapi akibat proyek pembangunan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kendari di kawasan Bendungan Ameroro.

Aksi yang berlangsung tegang ini sempat diwarnai aksi bakar ban di depan gedung DPRD Konawe sebagai luapan kekecewaan massa terhadap respons pemerintah daerah yang dinilai lamban.

Para pengunjuk rasa menyoroti proyek pembangunan bangunan ukur ambang lebar debit air di Ameroro, Kecamatan Uepai, yang justru menimbulkan dampak negatif terhadap sistem irigasi sawah milik warga. Mereka mendesak DPRD untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Sejak proyek itu dibangun, aliran air ke sawah kami terputus total. Kami terancam gagal panen dan kehilangan mata pencaharian,” ucapnya.

Menangapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua Nasrullah Faizal, S.H., serta Ketua Komisi II DPRD Eko Saputra Jaya, S.H., beserta anggota komisi terkait, langsung turun ke lapangan untuk meninjau lokasi persawahan yang terdampak.

Di tengah guyuran hujan deras, para wakil rakyat ini menyambangi area persawahan di Kecamatan Uepai dan menyaksikan langsung kondisi debit air dari bangunan BWS yang menjadi sumber permasalahan.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memverifikasi langsung kebenaran informasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa dan para petani,” jelas I Made Asmaya kepada awak media usai melakukan peninjauan.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terungkap bahwa meskipun debit air di sumber tampak besar, namun alirannya belum mampu menjangkau seluruh area persawahan. Informasi awal menyebutkan bahwa sekitar 143 hektare lahan sawah belum dapat digarap akibat masalah irigasi ini.

Sebagai langkah tindak lanjut yang konkret, DPRD Konawe memastikan akan segera memanggil pihak BWS Wilayah IV Kendari untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan warga terdampak pada Kamis, 10 April 2025 mendatang.

“Surat pemanggilan akan kami siapkan dan kirimkan hari ini juga. RDP ini harus segera dilaksanakan agar permasalahan ini dapat segera ditemukan solusinya,” tegas I Made Asmaya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Nasrullah Faizal menekankan urgensi penyelesaian masalah ini mengingat dampaknya terhadap program Asta Cita Presiden di sektor pertanian.

“Ini adalah bagian dari Program Asta Cita Presiden yang harus kita sukseskan. Tentu saja, hak-hak petani kita juga tidak boleh diabaikan dan dirugikan,”Pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perilaku Hedon Pejabat Pemkot Kendari Saat di Bali Tuai Kecaman

    Perilaku Hedon Pejabat Pemkot Kendari Saat di Bali Tuai Kecaman

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kembali menuai sorotan pasalnya, kegiatan studi banding dan studi tiru ke Denpasar Bali ditengah kondisi keuangan yang belum stabil dianggap sebagai pemborosan anggaran Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ali Sabarno, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpekaan dan pemborosan anggaran publik di tengah kondisi […]

  • Polres Konsel Tangkap Tersangka Dugaan Pemerkosaan di Laeya

    Polres Konsel Tangkap Tersangka Dugaan Pemerkosaan di Laeya

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM, KONAWE SELATAN – Tim URC Alpha Polres Konawe Selatan menangkap seorang pria berinisial SL alias T (52) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 17.00 WITA, di […]

  • Kapolri Didesak Turun Tangan Usut Dugaan Peran Mantan Kapolda Sultra dalam Pengangkutan 80 ribu MT Ore Nikel 

    Kapolri Didesak Turun Tangan Usut Dugaan Peran Mantan Kapolda Sultra dalam Pengangkutan 80 ribu MT Ore Nikel 

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM – Polemik pengangkutan ore nikel sebanyak 80 ribu metrik ton di Sulawesi Tenggara kembali mengguncang publik setelah fakta persidangan mengungkap adanya dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam praktik ilegal tersebut. Aktivitas pengangkutan ore nikel oleh PT Multi Bumi Sejahtera (MBS) disebut dilakukan dengan menggunakan Surat Perintah Nomor 906/VIII/PAM.3.3/2020 yang ditandatangani mantan Kapolda Sultra, Irjen Pol […]

  • Parah,! Direktur dan Karyawan di Kendari Kerja Sama Gelapkan Mobil Kredit 

    Parah,! Direktur dan Karyawan di Kendari Kerja Sama Gelapkan Mobil Kredit 

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM- KENDARI Seorang direktur bersama karyawannya di salah satu perusahaan di Kota Kendari dijatuhi hukuman penjara sela satu tahun setelah terbukti bekerja sama menggelapkan satu unit mobil Toyota All New Fortuner yang masih dalam masa kredit. Kasus ini bermula saat Rahmad, karyawan sebuah perusahaan di Kendari, mengajukan pembiayaan pembelian mobil Toyota All New Fortuner melalui Astra […]

  • AWAS KUHP DAN KUHAP BARU MULAI BERLAKU HARI INI

    AWAS KUHP DAN KUHAP BARU MULAI BERLAKU HARI INI

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Henri Subiakto REGIONINDONESIA.COM – Hari ini tanggal 2 Januari 2026, UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) dan revisi KUHAP baru mulai berlaku resmi. Ini mengkhawatirkan, karena salah satunya ada aturan baru terkait larangan Penghinaan terhadap Presiden, Wakil Presiden, atau lembaga negara. Beberapa tahun kemarin norma ini sudah tidak ada karena dicabut oleh […]

  • Pertanian Kian Terpuruk, Wawonii Butuh Dorongan Ekonomi Baru dari Investasi

    Pertanian Kian Terpuruk, Wawonii Butuh Dorongan Ekonomi Baru dari Investasi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    REGIONINDONESIA.COM– Pertanian yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), kini tak lagi sekuat dulu. Hasil panen menurun, cuaca sulit ditebak, dan cara bertani tradisional membuat banyak warga mulai kesulitan menggantungkan hidup dari kebun. Dalam kondisi ini, urgensi investasi muncul sebagai peluang baru untuk menjaga roda ekonomi pulau tetap berputar. Kondisi tersebut […]

expand_less