Mahasiswa KKN UIN Kendari Angkatan 2026 Manfaatkan Daun Kelapa Jadi Sapu lidi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sab, 8 Agu 2026
- comment 0 komentar

REGIONINDONESIA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari Angkatan 2026 yang ditempatkan di Desa Pereoa, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melaksanakan salah satu program kerja berupa pembuatan sapu lidi dengan memanfaatkan daun kelapa yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN UIN Kendari Tahun 2026 yang mengusung tema “Membangun Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)”.
Program pembuatan sapu lidi memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Proses pembuatannya dimulai dari pengumpulan daun kelapa, pemisahan lidi dari daun, pembersihan dan pengeringan lidi, hingga penyusunan serta pengikatan lidi menjadi sapu yang siap digunakan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Kendari di Desa Pereoa, Bambang, mengatakan bahwa program tersebut dipilih karena bahan bakunya mudah diperoleh dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami memilih pembuatan sapu lidi karena bahan dasarnya mudah ditemukan di Desa Pereoa. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Bambang.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pereoa, Sultan, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, program pembuatan sapu lidi merupakan kegiatan positif yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah daun kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatan ini sangat positif karena mengajarkan masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah potensi yang ada di desa. Harapannya, keterampilan seperti ini bisa terus dikembangkan sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi warga,” ujar Sultan.
Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara mandiri. Pemanfaatan daun kelapa menjadi sapu lidi juga menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan karena bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah kembali menjadi produk yang berguna.
Selain memiliki nilai guna, sapu lidi yang dihasilkan juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat dalam membangun kemandirian desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UIN Kendari Angkatan 2026 berharap masyarakat Desa Pereoa dapat terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan sesuai dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar