Buntut Keluhan Buruh, PT SCM Dicecar DPRD Konawe Soal Sistem Pengupahan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kam, 17 Jul 2025
- comment 0 komentar

REGIONINDINESIA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), menanggapi surat dari Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Sulawesi Tenggara terkait rekrutmen tenaga kerja, sistem pengupahan, dan pembentukan serikat pekerja di perusahaan tersebut. RDP berlangsung di gedung Gusli Topan Sabara, Kamis (17/7/2025).
Ketua Komisi III DPRD Konawe, Ginal Sambari, menyampaikan bahwa kehadiran PT. SCM membawa dampak positif, baik secara ekonomi maupun sosial bagi daerah.
Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam rekrutmen dan sistem pengupahan agar kontribusi perusahaan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kita bersyukur dengan adanya investasi ini, tetapi perusahaan juga harus terbuka dalam perekrutan tenaga kerja dan pengupahan, sebagaimana yang disorot dalam RDP ini,” tegas Ginal.
Sementara itu, Ketua KSPN Sultra, Ramadhan, berharap kehadiran perusahaan di Kecamatan Routa dapat menjadi motor pembuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
“Kami juga meminta perusahaan membentuk serikat pekerja sebagai bagian dari perlindungan hak-hak buruh. Di BUMN saja ada serikat pekerja, apalagi ini perusahaan swasta,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Konawe, Lidya Wulandari Nathanmarak, menegaskan bahwa pihaknya selalu dilibatkan oleh PT. SCM dalam setiap pembukaan lowongan kerja. Menurutnya, proses rekrutmen selama ini telah mengikuti prosedur yang berlaku.
“Kami selalu mendapat pemberitahuan jika ada lowongan. Prosesnya sudah kami tindak lanjuti sesuai aturan,” jelasnya.
Manajemen PT. SCM yang diwakili oleh Erbang, menjelaskan bahwa perusahaan telah memulai produksi sejak September 2023 dan terus melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal, terutama dari wilayah lingkar tambang.
“Kami sudah lakukan pelatihan sejak 2023 hingga 2025. Pelatihan ini jadi jalur awal sebelum diterima kerja. Tahun lalu, pelatihan khusus untuk tenaga kerja officer,” katanya.
Erbang juga menegaskan bahwa PT. SCM telah membentuk LKS Bipartit dan bermitra dengan SPRI Routa sebagai wadah serikat pekerja.
“Kami terbuka untuk evaluasi dan penyempurnaan rekrutmen. Tujuan kami membina tenaga kerja lokal secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dari Tim External Management PT. SCM Jakarta, Asman, yang juga merupakan putra daerah Konawe, menyampaikan bahwa keberadaan investasi di Routa harus dijaga agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah siapkan SDM, kami rekrut. Gaji kami di atas UMR, fasilitas seperti mess, konsumsi, dan laundry juga kami tanggung,” ucapnya.
PT. SCM juga berkomitmen mendukung pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pelatihan tenaga kerja (traineer) untuk mendorong kemandirian dan profesionalitas tenaga kerja lokal.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar